Dagelan masa Penjajahan Belanda Selama 350 Tahun

 
 
 

Dagelan masa Penjajahan Belanda, Pernyataan “Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun” mengandung banyak ketidakbenaran dan salah persepsi. Pertama-tama angka 350 tahun itu saja sudah salah. Tidak satupun wilayah Indonesia yang benar-benar di jajah selama itu. Maluku dan wilayah Banten/Jakarta sebagai markas besar VOC saja mengalami penjajahan selama, maksimal, 340 tahun. (Bahkan Maluku atau Ambon baru mereka kuasai tahun 1630) Itu kalau dihitung dari 1602 sampai 1942 ketika Jepang masuk. Belanda jelas sudah tidak efektif lagi menguasai Nusantara begitu Jepang masuk pada tahun 1942.

Tidaklah benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun,. Masyarakat memang tidak bisa disalahkan karena anggapan itu sudah tertulis dalam buku-buku pelajaran sejarah sejak Indonesia merdeka! Tidak bisa disalahkan juga ketika Bung Karno mengatakan, Indonesia dijajah selama 350 tahun!  Sebab ucapan ini hanya untuk membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia saat perang kemerdekaan (1946-1949) menghadapi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.
Bung Karno menyatakan hal ini agaknya juga untuk meng-counter ucapan para penguasa Hindia Belanda. De Jong, misalnya, dengan arogan berkata, Belanda sudah berkuasa 300 tahun dan masih akan berkuasa 300 tahun lagi! Lalu Colijn yang dengan pongah berkoar, “Belanda tak akan tergoyahkan karena Belanda ini sekuat (Gunung) Mount Blanc di Alpen.”

Kedatangan Penjajah

Sejak dasawarsa terakhir abad ke-16, para pelaut Belanda berhasil menemukan jalan dagang ke Asia yang dirahasiakan Portugis sejak awal abad ke-16. Pada 1595, sebuah perusahaan dagang Belanda yang bernama Compagnie van Verre membiayai sebuah ekspedisi dagang ke Nusantara. Ekpedisi yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman ini membawa empat buah kapal. Setelah menempuh perjalanan selama empat belas bulan, pada 22 Juni 1596, mereka berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Inilah titik awal kedatangan Belanda di Nusantara.
Dagelan Masa Penjajahan Belanda
Kunjungan pertama tidak berhasil karena sikap arogan Cornelis de Houtman. Pada 1 Mei 1598, PerseroanAmsterdam mengirim kembali rombongan perdagangannya ke Nusantara di bawah pimpinan Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck. Dengan belajar dari kesalahan Cornelis de Houtman, mereka berhasil mengambil simpati penguasa Banten sehingga para pedagang Belanda ini diperbolehkan berdagang di Pelabuhan Banten. Ketiga kapal kembali ke negerinya dengan muatan penuh. Sementara itu, kapal lainnya meneruskan perjalanannya sampai ke Maluku untuk mencari cengkih dan pala.

 

Reformasi materi pembelajaran sejarah agar Dagelan masa Penjajahan Belanda diketahui siswa didik.

merunut kebelakang pastinya kita sudah sangat mahfum bahwa Pertama-tama yang mulai menjajah sebenarnya adalah sebuah perusahaan multinasional yang bernama VOC atau gampangnya Kumpeni. Selama abad XVII dan XVIII itu Belanda merupakan republik. Ketika VOC bangkrut, wilayah jajahannya diambil alih oleh negara Belanda yang masih belum bercorak monarki. Kemudian di Nusantara muncul apa yang disebut interregnum (penguasaan sela) Inggris pada awal Abad XIX dengan Sir Thomas Stanford Raffles sebagai Gubernur Jenderal. Pada waktu itu Belanda sendiri dijajah oleh Napoléon. Baru ketika Belanda dimerdekakan Inggris dan Prusia dari jajahan Prancis dan berubah menjadi kerajaan serta Inggris mengembalikan Nusantara, Belanda, kali ini sudah jadi kerajaan, benar-benar menguasai wilayah Nusantara. Itu terjadi pada tahun 1813.

 

Dagelan masa Penjajahan Belanda

Cornelis de houtman tiba di Banten 1596

 

Dagelan masa Penjajahan Belanda akan tampak terlihat jelas bila dilihat dari fakta kronologis catatan sejarah di Nusantara, Selain wilajah Banten/Jakarta dan Maluku, Belanda secara bertahap menundukkan wilayah-wilayah Nusantara, dan itu kebanyakan baru berlangsung pada abad 20, ketika kolonialismenya bercorak Politik Etis. Memang, sisi lain Politik Etis yang bertujuan mendidik kaum inlanders pribumi itu tidak lain adalah juga apa yang oleh orang Belanda disebut sebagai pacificatie, gampangya penaklukan wilayah-wilayah luar Jawa. Aceh misalnja baru ditaklukkan pada tahun 1904 (bahkan Belanda baru sepenuhnya berkuasa di sana pada tahun 1912), Bali tahun 1906. Dengan begitu Atjeh maksimal dijajah Belanda selama 38 tahun dan Bali selama 36 tahun. jangankan 350 tahun, setengah abadpun tidak pernah Belanda menjajah Aceh dan Bali.

Bila awal penjajahan 1602, kalau ditambah 350 maka kita baru merdeka tahun 1952! Jadi bagaimana dengan proklamasi 17 Agustus 1945 dan pengakuan Belanda pada kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949? Belum lagi kalau kita hitung penjajahan Jepang. Bukankah itu berlangsung selama sekitar tiga tahun dan dimulai tahun 1942? Masa iya Indonesia dijajah berbarengan oleh Jepang dan Belanda? Bukankah Belanda waktu itu diusir sama Jepang?
semakin terlihat kan kerancuan doktrin Dagelan masa Penjajahan Belanda yang ditanamkan pada siswa didik.

*sumber  Joss Wibisono